Kegiatan ini merupakan bagian dari metode pembelajaran aktif dan partisipatif yang diterapkan oleh Prodi S1 ARS Universitas Alma Ata, dimana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung implementasinya di lapangan. Dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Imram Radne Rimba Putri, S.Kep., Ns., MMR., para mahasiswa menggali secara mendalam bagaimana manajemen SDM dijalankan di salah satu rumah sakit khusus mata terkemuka di Yogyakarta tersebut.
Dalam kunjungannya, mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kelompok, kelompok kali ini mendapatkan kesempatan langka untuk mewawancarai langsung Kepala SDM dan Hukum RS Mata Dr. YAP, Ibu Hentyn Drajad Rudyarwaty, S.Psi., M.Psi. Mahasiswa berhasil membedah berbagai aspek krusial manajemen SDM, mulai dari:
- Perencanaan SDM Berbasis Beban Kerja: Mahasiswa mempelajari bagaimana rumah sakit menyusun manpower planning tahunan yang akurat menggunakan analisis beban kerja (ABK) yang detail, mulai dari jenis pekerjaan hingga waktu yang dibutuhkan per aktivitas.
- Rekrutmen dan Seleksi Modern: Mahasiswa melihat bagaimana RS beradaptasi dengan teknologi melalui rekrutmen digital (paperless) untuk mendukung green hospital, serta penerapan sistem seleksi ketat dengan rasio 1:3 untuk mendapatkan talenta terbaik.
- Budaya Kerja GESIT: Salah satu temuan menarik mahasiswa adalah penerapan budaya organisasi “GESIT” yang menjadi landasan soft skill dalam penilaian kinerja karyawan, memastikan pelayanan yang tidak hanya profesional tapi juga berkarakter.
Kesejahteraan dan Pengembangan Karir: Mahasiswa juga menyoroti bagaimana rumah sakit memperhatikan kesejahteraan karyawan melalui program reward (seperti penghargaan umroh dan emas 25 tahun pengabdian) serta pengembangan kompetensi berkelanjutan melalui pelatihan hybrid.
Hasil observasi yang dituangkan dalam laporan komprehensif ini membuktikan kemampuan analisis mahasiswa S1 ARS Universitas Alma Ata yang tajam dan solutif. Mereka tidak hanya mencatat, tetapi juga mampu mengevaluasi proses mutasi, rotasi, demosi, hingga promosi jabatan yang terjadi di rumah sakit. Kegiatan studi lapangan seperti ini adalah bukti nyata mengapa Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Unggul dan terbaik di Yogyakarta layak disematkan kepada S1 ARS Universitas Alma Ata.
[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS) Universitas Alma Ata kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten di bidang perumahsakitan. Dalam rangka pendalaman mata kuliah Human Resources Management, mahasiswa S1 ARS Universitas Alma Ata melakukan kunjungan lapangan (field trip) dan observasi langsung mengenai tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Mata Dr. YAP Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari metode pembelajaran aktif dan partisipatif yang diterapkan oleh Prodi S1 ARS Universitas Alma Ata, dimana mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung implementasinya di lapangan. Dibimbing langsung oleh dosen pengampu, Imram Radne Rimba Putri, S.Kep., Ns., MMR., para mahasiswa menggali secara mendalam bagaimana manajemen SDM dijalankan di salah satu rumah sakit khusus mata terkemuka di Yogyakarta tersebut.
Dalam kunjungannya, mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kelompok, kelompok kali ini mendapatkan kesempatan langka untuk mewawancarai langsung Kepala SDM dan Hukum RS Mata Dr. YAP, Ibu Hentyn Drajad Rudyarwaty, S.Psi., M.Psi. Mahasiswa berhasil membedah berbagai aspek krusial manajemen SDM, mulai dari:
- Perencanaan SDM Berbasis Beban Kerja: Mahasiswa mempelajari bagaimana rumah sakit menyusun manpower planning tahunan yang akurat menggunakan analisis beban kerja (ABK) yang detail, mulai dari jenis pekerjaan hingga waktu yang dibutuhkan per aktivitas.
- Rekrutmen dan Seleksi Modern: Mahasiswa melihat bagaimana RS beradaptasi dengan teknologi melalui rekrutmen digital (paperless) untuk mendukung green hospital, serta penerapan sistem seleksi ketat dengan rasio 1:3 untuk mendapatkan talenta terbaik.
- Budaya Kerja GESIT: Salah satu temuan menarik mahasiswa adalah penerapan budaya organisasi “GESIT” yang menjadi landasan soft skill dalam penilaian kinerja karyawan, memastikan pelayanan yang tidak hanya profesional tapi juga berkarakter.
Kesejahteraan dan Pengembangan Karir: Mahasiswa juga menyoroti bagaimana rumah sakit memperhatikan kesejahteraan karyawan melalui program reward (seperti penghargaan umroh dan emas 25 tahun pengabdian) serta pengembangan kompetensi berkelanjutan melalui pelatihan hybrid.
Hasil observasi yang dituangkan dalam laporan komprehensif ini membuktikan kemampuan analisis mahasiswa S1 ARS Universitas Alma Ata yang tajam dan solutif. Mereka tidak hanya mencatat, tetapi juga mampu mengevaluasi proses mutasi, rotasi, demosi, hingga promosi jabatan yang terjadi di rumah sakit. Kegiatan studi lapangan seperti ini adalah bukti nyata mengapa Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Unggul dan terbaik di Yogyakarta layak disematkan kepada S1 ARS Universitas Alma Ata.