Kegiatan wawancara dan observasi standar ruang ICU di RS Dr. Soetarto Yogyakarta oleh mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit Universitas Alma Ata pada mata kuliah Physical and Architect of Building Design di Rumah Sakit Dr. Soetarto. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami secara langsung penerapan standar desain dan tata ruang Intensive Care Unit (ICU) berdasarkan regulasi dan kebutuhan pelayanan kesehatan modern.

Kegiatan observasi dilakukan dengan mengunjungi area ICU rumah sakit untuk melihat kondisi fisik bangunan, tata letak ruangan, sirkulasi udara, pencahayaan, keamanan, serta fasilitas pendukung yang tersedia. Selain itu, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan tenaga kesehatan dan pihak manajemen rumah sakit guna memperoleh informasi mengenai penerapan standar ruang ICU sesuai ketentuan pelayanan rumah sakit. 

Ruang ICU merupakan salah satu unit penting di rumah sakit yang dirancang khusus untuk merawat pasien dengan kondisi kritis dan membutuhkan pengawasan intensif selama 24 jam. Oleh karena itu, desain ruang ICU harus memperhatikan aspek keselamatan pasien, kenyamanan tenaga kesehatan, efisiensi pelayanan, serta pengendalian infeksi. Berdasarkan hasil observasi, ruang ICU di Rumah Sakit Dr. Soetarto telah memiliki fasilitas utama seperti tempat tidur pasien intensif, monitoring pasien, ventilasi ruangan, serta area kerja perawat yang mendukung pelayanan medis secara optimal. 

Dalam wawancara, pihak rumah sakit yang diwakili oleh kepala ruang ICU dan kepala sarana prasarana rumah sakit menjelaskan bahwa standar ruang ICU mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan terkait persyaratan teknis bangunan dan prasarana rumah sakit. Beberapa aspek penting yang menjadi perhatian meliputi luas ruang pasien, jalur evakuasi, sistem ventilasi, kebersihan ruangan, serta keamanan instalasi listrik dan gas medis. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai tantangan dalam mempertahankan kualitas fasilitas ICU agar tetap sesuai standar pelayanan kesehatan. 

Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit dalam menghubungkan teori perancangan bangunan rumah sakit dengan praktik di lapangan. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat memahami bahwa desain fisik rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan estetika bangunan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keselamatan pasien, efektivitas kerja tenaga medis, dan mutu pelayanan kesehatan.

Selain menambah wawasan akademik, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi mahasiswa melalui proses wawancara dengan tenaga profesional di rumah sakit. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya standar fasilitas kesehatan dalam mendukung pelayanan yang aman dan berkualitas.