Sebagai wujud komitmen dalam mencetak tenaga profesional kesehatan yang kompeten, Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Unggul dan terbaik di Yogyakarta, Universitas Alma Ata (UAA), kembali memfasilitasi mahasiswanya untuk terjun langsung ke lapangan. Kali ini, mahasiswa melakukan penugasan analisis manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan secara mendalam di salah satu rumah sakit rujukan utama, yakni RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan Blok Human Resources Management yang diampu oleh Ibu Imram Radne Rimba Putri, S.Kep.,Ns.,MMR. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana teori tersebut diaplikasikan dalam dinamika pelayanan kesehatan yang nyata. Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Royani Nur Hasanah, Trisna Mega Nur Aini, Silvia Khoirun Nisa, Asnida Fasa, dan Riyuf Tri Suryani melakukan wawancara eksklusif dengan staf personel RSPAU dr. S. Hardjolukito, Serka Erna Wahyu Budianti.
Fokus utama kajian para mahasiswa meliputi empat pilar utama manajemen SDM, yaitu proses perencanaan, penerimaan dan pemberhentian, mutasi dan rotasi, serta penilaian kinerja karyawan. Dari hasil analisis mahasiswa, ditemukan keunikan tersendiri pada manajemen SDM di RSPAU dr. S. Hardjolukito yang mengintegrasikan standar kesehatan profesional dengan kultur militer yang disiplin.
Analisis Manajemen SDM Berbasis Kultur Disiplin
Beberapa temuan menarik yang diangkat dalam makalah mahasiswa antara lain:
- Perencanaan SDM yang Terstruktur: Perencanaan kebutuhan tenaga, khususnya perawat, dilakukan secara mendetail menggunakan Analisis Beban Kerja (ABK) dan standar profesi, yang kemudian disesuaikan dengan struktur organisasi militer.
- Sistem Penilaian Kinerja: Evaluasi dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Kedisiplinan dan loyalitas menjadi indikator vital, yang salah satunya diukur melalui kehadiran apel pagi setiap hari—sebuah praktik yang jarang ditemui di rumah sakit sipil.
- Adaptasi Kebijakan: Mahasiswa juga mempelajari bagaimana rumah sakit beradaptasi dengan regulasi nasional, seperti kebijakan BKN terbaru terkait penghentian rekrutmen tenaga honorer sejak 2025, yang disiasati dengan optimalisasi SDM internal melalui rotasi unit.
Kegiatan studi lapangan seperti ini membuktikan bahwa Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Unggul dan terbaik di Yogyakarta di Universitas Alma Ata selalu berupaya mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja. Dengan memahami kompleksitas manajemen SDM di institusi besar seperti rumah sakit militer, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan luas dan kesiapan mental yang tangguh saat nantinya terjun sebagai profesional administrator rumah sakit.
Hasil kajian ini juga memperkaya referensi akademik mengenai praktik manajemen SDM di rumah sakit pemerintah dengan karakteristik khusus, sekaligus menegaskan kualitas pendidikan di Universitas Alma Ata yang berbasis pada evidence-based practice dan pengalaman lapangan.