Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS) Universitas Alma Ata melaksanakan kegiatan fieldtrip akademik ke Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan manajemen sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit. Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan Blok Human Resource Management yang diampu oleh Ibu Imram Radne Rimba Putri, S.Kep.,Ns.,MMR.

Kunjungan akademik ini terdiri Yanuar Dwi Erlangga, Junisya Aurelia Hernanda P., Syifa Ayu Pradita, dan Fanisia Nelwanda Putri. Kegiatan ini juga diikuti oleh dua mahasiswa internasional, yaitu Basit Ali dari Pakistan dan Mukhtar Ayobami Abdulazeez dari Nigeria, yang turut memperkaya suasana pembelajaran multikultural di lingkungan Universitas Alma Ata.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa melakukan diskusi serta wawancara langsung dengan Bapak Rizqa Nusyuwar Atmaja, S.Psi., selaku Pjs. Manajer SDI dan Hukum RS UII, untuk menggali informasi mengenai praktik pengelolaan SDM di rumah sakit. Dari hasil wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan secara sistematis setiap tahun.

RS UII menggunakan metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN) untuk menentukan kebutuhan tenaga non-keperawatan, sementara untuk tenaga keperawatan menggunakan kombinasi metode Depkes 2005 dan metode GILES. Pendekatan ini memungkinkan rumah sakit melakukan perencanaan SDM secara lebih terukur berdasarkan beban kerja aktual.

Selain mempelajari proses perencanaan SDM, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai sistem rekrutmen dan seleksi karyawan yang dimulai dari proses perencanaan kebutuhan tenaga kerja (manpower planning), seleksi administrasi, psikotes, hingga tes kompetensi bidang dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up).

Mahasiswa juga mempelajari mekanisme pengembangan karir karyawan melalui mutasi, rotasi, dan promosi jabatan yang didasarkan pada hasil penilaian kinerja serta kebutuhan organisasi. Proses evaluasi kinerja dilakukan secara berkala baik bagi karyawan kontrak maupun karyawan tetap untuk memastikan kualitas sumber daya manusia tetap terjaga.

Dalam sesi wawancara tersebut, mahasiswa juga menemukan beberapa dinamika menarik dalam pengelolaan SDM rumah sakit. Salah satunya adalah perkembangan struktur organisasi yang cukup dinamis. Departemen SDM di RS UII yang sebelumnya bernama HRGE (Human Resources, General Affairs, and Education) sempat digabungkan dengan Departemen Mutu dan Risiko sebelum akhirnya berdiri kembali sebagai Departemen SDI dan Hukum seiring dengan berkembangnya organisasi rumah sakit.

Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai tantangan nyata yang dihadapi manajemen rumah sakit dalam pengelolaan SDM. Salah satu tantangan internal yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran yang terkadang memengaruhi proses rekrutmen tenaga kerja, meskipun analisis kebutuhan menunjukkan adanya kekurangan tenaga.